A.
Rotasi Bumi
Gerak rotasi adalah gerak yang mengelilingi sumbu yang
melalui kutub utara dan kutub selatan Bumi, maka di kedua titik kutub kecepatan
putar Bumi adalah nol. Dapat dikatakan bahwa kecepatan gerak rotasi terbesar
Bumi terjadi di katulistiwa, dan kecepatan tersebut semakin berkurang dengan
semakin dekat posisi suatu tempat dengan kutub, dan akhirnya berharga nol di
kedua titik kutub.
a.
Adanya
perbedaan waktu di bumi
Periode rotasi
sekitar 23 jam 56 menit 4,09 detik atau sekitar 24 jam. Akibat daripada rotasi
bumi, maka bumi mengalami gerak semu terhadap matahari. Sekali bumi berotasi
(satu periode rotasi), semua tempat di bumi telah menjalani perputaran 360°
bujur, dengan rotasi ditempuh 24 jam. Berarti setiap derajat bujur ditempuh
dalam waktu 24 x 60 menit: 360 = 4 menit. Dengan demikian perbedaan waktu antara
dua tempat yang berbeda bujurnya 15° adalah 15 x 4 menit = 60 menit = 1 jam.
Oleh karena itu, perbedaan waktu antara dua daerah waktu yang berdampingan
tersebut adalah 1 jam.
Bumi dibagi dalam
wilayah meridian yaitu garis lingkar yang melewati kutub utara dan selatan.
Tempattempat yang terletak pada garis meridian yang sama mempunyai waktu yang
sama. Sebagai waktu pangkal ditetapkan waktu yang berlaku untuk meridian yang melewati
Greenwich (Inggris) dan ditetapkan sebagai bujur 0°. Waktu pangkal ini
dinamakan waktu Greenwich atau Greenwich Mean Time (GMT). Setiap
garis bujur 15° atau kelipatan 15° di sebelah timur atau sebelah barat bujur 0°
ditetapkan sebagai bujur standar. Waktu pada bujur standar disebut waktu
standar atau waktu lokal. Indonesia mempunyai tiga bujur standar
yaitu 105°, 120°, dan 135° BT. Jika letak bujur standar di sebelah barat bujur
0°, waktunya dikurangi. Jika letaknya di sebelah timur 0° waktunya ditambah.
b. Adanya
pergantian siang dan malam
Matahari memancarkan cahaya kearah bumi, namun bentuk
bumi yang bulat dan cahaya matahari yang bergerak lurus maka menyebabkan
pancaran sinar matahari yang tidak merata, sehingga menimbulkan bagian bumi
yang terang pada bagian depan yang berhadapan langsung dengan matahari dan
bagian gelap yang berada dibelakang bumi. Hal ini menyebabkan siang ( bagian
terang bumi ) dan malam (bagian gelap bumi)
c. Adanya
gerak semu harian matahari
Peredaran Semu
harian matahari adalah pergerakan matahari seolah-olah mengelilingi bumi.
Pergerakan semu ini membuat matahari yang tadinya ada disebelah timur kemudian
beberapa jam kemudian berada disebelah atas kita. Itulah yang disebut dengan
peredaraan semu matahari.
d. Perbedaan
Percepatan Gravitasi
Karena perputaran
bumi (rotasi bumi) maka akan menimbulkan gaya sentrifugal. Gaya sentrifugal
sendiri terjadi akibat perputaran suatu benda dan semakin besar jari-jari
rotasi suatu benda maka akan semakin besar gaya sentrifugalnya. Gaya
sentrifugal ini akan mengakibatkan bumi pepat di bagian kutub (garis tengah
bumi bagian kutub lebih kecil dibanding garis tengah bumi bagian katulistiwa).
Perbedaan garis tengah ini mengakibatkan percepatan gravitasi bumi berbeda,
sesuai hukum Newton tentang gravitasi.
e. Pembelokan
Arah Mata Angin
Seperi yang kita
ketahui bahwa udara bergerak dari daerah yang bertekanan rendah kedaerah yang
bertekanan tinggi. Inilah yang membuat terjadinya angin (pergerakan udara).
Namun, karena adanya gaya semua yang timbul akibat rotasi bumi dan gerak benda
relatif terhadap bumi (gaya Coriolis) maka angin pun berbelok sehingga tidak
sama persis bergerak kearah gradien tekanan.
B. Revolusi Bumi
Revolusi bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari. Revolusi
bumi memerlukan waktu 365,25 hari atau 1 tahun. Pada saat mengelilingi
matahari, bumi memiliki bidang orbit yang disebut ekliptika. Arah revolusi bumi
berlawanan arah dengan perputaran jarum jam. Revolusi bumi menyebabkan hal-hal
berikut.
a) Terjadi gerak semu tahunan matahari
Matahari tidak setiap saat berada di
khatulistiwa.
Pada Gambar ditunjukkan bahwa pada
tanggal 21 Maret, matahari berada di khatulistiwa untuk waktu tiga bulan (21
Maret– 21 Juni), matahari mulai bergeser dari khatulistiwa menuju ke GBU (Garis
Balik Utara = garis 23,5oLU). Tiga bulan berikutnya (21 Juni– 23 September)
matahari bergeser lagi dari GBU menuju ke khatulistiwa. Tiga bulan berikutnya lagi
(23 September–22 Desember), matahari bergeser lagi dari khatulistiwa menuju ke
GBS (Garis Balik Selatan = garis 23,5oLS). Akhirnya, tiga bulan berikutnya (22
Desember–21 Maret), matahari bergeser lagi dari GBS menuju kembali ke
khatulistiwa.
b) Terjadi
perbedaan lamanya siang dan malam
Adanya kemiringan sumbu bumi 23,5o
menyebabkan perbedaan lama siang dan malam. Pada saat matahari berada di khatulistiwa
(21 Maret dan 23 September) semua tempat di bumi, kecuali di kutub mempunyai
waktu siang dan malam yang sama, yaitu 12 jam.
Pada saat matahari berada di GBU maka belahan
bumi utara mengalami siang lebih lama dibandingkan malam hari, sedangkan
belahan bumi selatan mengalami siang hari lebih pendek dibandingkan malam hari.
Pada saat matahari berada di GBS maka belahan bumi selatan mengalami siang hari
lebih lama dibandingkan malam hari, sedangkan belahan bumi utara mengalami
siang lebih pendek dibandingkan malam hari.
c) Pergantian
musim
Adanya kemiringan sumbu bumi 23,5o mengakibatkan
kecondongan arah sumbu bumi berubah-ubah, sehingga mengakibatkan juga
terjadinya pergantian musim. Adapun, pergantian musim di bumi adalah sebagai
berikut.
1)
21 Maret - 21 Juni
Kutub
utara bumi makin condong ke arah matahari, sedangkan kutub selatan bumi makin
condong menjauhi matahari. Akibatnya, belahan bumi utara mengalami musim semi
(spring), sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim gugur (autumn).
2) 21
Juni - 23 September
Kutub
utara bumi condong menjauhi matahari, sedangkan kutub selatan bumi condong ke
matahari. Akibatnya, belahan bumi utara mengalami musim panas (summer),
sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim dingin (winter).
3)
23 September - 22 Desember
Kutub
utara bumi makin condong menjauhi matahari, sedangkan kutub selatan bumi makin
condong ke arah matahari. Akibatnya, belahan bumi utara mengalami musim gugur (autum),
sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim semi (spring).
4)
22 Desember–21 Maret
Kutub
utara bumi condong ke arah matahari, sedangkan kutub selatan bumi condong
menjauhi matahari. Akibatnya, belahan bumi utara mengalami musim dingin
(winter), sedangkan belahan bumi selatan mengalami musim panas (summer).
d) Adanya
rasi bintang
Rasi bintang adalah susunan bintang-bintang yang
tampak dari bumi membentuk pola-pola tertentu. Bintang-bintang membentuk sebuah
rasi sebenarnya tidak berada pada lokasi yang berdekatan. Karena letak
bintang-bintang itu sangat jauh, maka ketika diamati dari bumi seolah-olah
tampak berdekatan. Rasi bintang yang kita kenal antara lain Aquarius, Pisces,
Gemini, Scorpio, Leo, dan lain-lain.
Kita yang berada di bumi hanya dapat melihat bintang
pada malam hari. Ketika bumi berada disebelah timur matahari, kita hanya dapat
melihat bintang-bintang yang berada di sebelah timur matahari. Ketika bumi
berada di sebelah utara matahari, kita hanya dapat melihat bintang-bintang yang
berada di sebelah utara matahari. Akibat adanya revolusi bumi, bintang-bintang
yang nampak dari bumi selalu berubah. Berarti rasi bintang yang nampak dari
bumi juga berubah.
e) Kalender Masehi
Berdasarkan pembagian bujur, yaitu bujur barat dan
bujur timur, maka batas penanggalan internasional ialah bujur 180o ,
akibatnya apabila di belahan timur bujur 180o tanggal 15 maka
di belahan barat bujur 180o masih tanggal 14, seolah-olah
melompat satu hari.
Hitungan kalender masehi berdasarkan pada kala revolusi bumi, di mana
satu tahun sama dengan 365 ¼ hari. Kalender masehi yang mula-mula digunakan
adalah kalender Julius Caesar atau kalender Julian. Kalender Julian
berdasarkan pada selang waktu antara satu musim semi dengan musim semi
berikutnya di belahan bumi utara. Selang waktu ini tepatnya adalah 365,242
hari atau 365 hari 5 jam 48 menit 46 sekon





Pa Jay ... Semoga Sukses Saya akan Men support PaJayaman Terus
BalasHapusPa Jay ... Semoga Sukses Saya akan Men support PaJayaman Terus
BalasHapus