Tekanan Zat dan Penerapannya
Saat ini kita berada di musim hujan. Kalian tentu sering menjumpai jalanan
yang berlumpur akibat terguyur hujan. Akibatnya kita lebih sulit untuk melewati
jalanan tersebut. Nah, jika kamu akan melewati jalanan yang berlumpur, sepatu
manakah yang akan kamu gunakan? Sepatu boot atau sepatu hak tinggi?
Agar kita dapat melewati jalanan berlumpur dengan mudah, tentu sebaiknya
kita menggunakan sepatu boot. Dengan menggunakan sepatu boot kita akan mudah
melewati jalanan yang berlumpur dan tidak mudah terjebak masuk ke dalam lumpur.
Mengapa hal ini dapat terjadi? Coba amati gambar sepatu boot dan sepatu hak
tinggi yang terdapat pada gambar berikut!
Fenomena tersebut juga bisa kita amati pada angsa, bebek, dan ayam. Coba
perhatikan tempat hidup angsa dan ayam! Angsa dapat dengan mudah mencari makan
di tempat yang berlumpur, misalnya di sawah, sedangkan ayam kesulitan untuk
mencari makan di tempat tersebut. Mengapa angsa dapat memiliki kemampuan
seperti itu? Coba perhatikan struktur dari kaki angsa dan ayam. Angsa memiliki
selaput pada kakinya, sedangkan ayam tidak memiliki.
Permukaan pijakan yang luas menyebabkan tekanan yang dihasilkan oleh kaki terhadap lumpur semakin kecil, sehingga angsa tidak mudah terperosok masuk ke dalam lumpur.
Itulah kasih sayang Tuhan Yang Maha Esa. Allah SWT telah merancang struktur
kaki angsa yang dilengkapi selaput sehingga angsa dapat mencari makan di tempat
yang berlumpur. Masih banyak fenomena di alam terkait tekanan yang menarik
untuk dipelajari. Kamu tentu ingin mengetahuinya lebih dalam bukan? Ayo kita
pelajari dengan lebih semangat!
Tekanan
Zat Padat
Tekanan adalah besarnya gaya yang bekerja pada benda
tiap satuan luas bidang tekan.
Besar
tekanan dapat ditulis dalam bentuk rumus berikut.
Keterangan:
P
= tekanan (N/m2)
F
= gaya tekan (N)
A
= luas bidang tekan (m2)
Dalam
SI satuan tekanan adalah pascal (Pa) atau N/m2.
Semakin
besar gaya tekan, semakin besar tekanannya. Semakin luas bidang tekan, semakin
kecil tekannya.
Dari
rumus tersebut dapat diketahui bahwa:
1.
Makin besar gaya tekan
yang diberikan, makin kecil tekanan yang dihasiilkan
2.
Makin kecil luas
permukaan bidang tekan, makin besar tekanan yang dihasilkan.
Contoh
menghitung besarnya tekanan, luas bidang tekan dan gaya yang bekerja pada
benda:
Indah
kalalo memiliki massa 50 kg pergi ke pasar dengan menggunakan sepatu hak
lancip, jika tekanan yang indah berikan pada lantai 1500 N/m2, hitunglah berapa luas permukaan sepatu indah….!!
(g = 10 m/s2 )
Jawab:
Pada
penjelasan di awal, diberikan beberapa contoh penerapan konsep tekanan dalam
kehidupan sehari-hari. Berikut ini diberikan contoh lain penerapan konsep
tekanan.
1.
Kapak
Mata kapak dibuat tajam untuk memperbesar tekanan sehingga memudahkan tukang kayu dalam memotong atau membelah kayu. Orang yang memotong kayu dengan kapak yang tajam akan lebih sedikit mengeluarkan tenaganya daripada jika ia menggunakan kapak yang tumpul dengan gaya yang sama. Jadi, kapak yang baik adalah kapak yang mempunyai luas permukaan bidang yang kecil. Dalam bahasa sehari-hari luas permukaan kapak yang kecil disebut tajam.
2.
Sirip Ikan
Sirip ikan yang lebar memungkinkan ikan bergerak dalam air karena memperoleh gaya dorong dari gerakan siripnya yang lebar. Sirip ini memberikan tekanan yang besar ke air ketika sirip tersebut digerakkan. Akibatnya, ikan memperoleh gaya dorong air sebagai reaksinya.
3.
Sepatu Salju
Orang-orang yang hidup di daerah bersalju secara langsung atau tidak telah memanfaatkan konsep tekanan. Mereka membuat sepatu salju yang luas alasnya besar sehingga mampu memperkecil tekanan berat tubuhnya pada








Tidak ada komentar:
Posting Komentar