SMP Negeri 2 Gegesik Kab Cirebon

Semangat dan tak kenal lelah berbagi ilmu

Kamis, 14 November 2019

GANGGUAN PADA SISTEM PENCERNAAN


Gangguan yang terjadi pada sistem pencernaan antara lain:
1. Peradangan
a. Stomatitis, radang jaringan halus pada rongga mulut.
b. Parotitis/gondongan, radang kelenjar parotis karena Mumpsvirus.
c. Dispepsia, yaitu keluhan yang muncul akibat rasa tidak enak/nyeri pada bagian ulu hati (perut bagian atas).
- Dispepsia organik, yaitu disebabkan karena infeksi alat pencernaan.
- Dispepsia fungsional, yaitu disebabkan karena gangguan fungsi fisiologis organ, seperti sekresi HCl lambung berlebihan.
d. Peritonitis, radang pada rongga perut karena infeksi.
e. Gastritis, radang pada selaput lendir dinding lambung dan usus.
f. Gastroenteritis, gastritis yang sudah akut.
g. Sirosis hati, radang hati karena sel-sel hati berganti menjadi jaringan serabut.
h. Pankreasitis, radang pankreas karena terhambatnya saluran pankreas oleh batu empedu.
i. Apendisitis, radang pada appendiks usus buntu.


2. Lain-lain
a. Malabsorpsi, keadaan dimana kemampuan alat pencernaan dalam menyerap sari-sari makanan rendah.
b. Xerostomia, kondisi terlalu sedikitnya produksi ludah (saliva).
c. Disfagia oral, yaitu kesulitan dalam menelan sehingga makanan langsung dimuntahkan setelah ditelan.
d. Disfagia esofageal, yaitu kesulitan dalam menelan sehingga makanan dimuntahkan setelah 15-20 menit berada di dalam saluran pencernaan.
e. Flatus/sendawa, masuknya gas-gas dalam saluran pencernaan yang berasal dari udara yang tertelan, udara dari bakteri, dan udara dari sistem respirasi.
f. Heart burn, mengalirnya kembali cairan getah lambung yang asam ke esofagus (gastroesofageal reflux).
g. Tukak lambung/maag (ulkus peptikum), sekresi asam klorida pada lambung yang berlebihan karena faktor psikis, toksin, atau kuman Streptococcus, sehingga menyebabkan kerusakan selaput lendir lambung.
h. Kolik, rasa nyeri pada perut karena mengonsumsi makanan yang merangsang kegiatan organ pencernaan, misalnya cabe.
i. Konstipasi/sembelit, keadaan sulit buang air besar karena feses terlalu keras. Penyebabnya adalah kurang minum air, kurang makanan berserat dan sering menunda buang air besar.
j. Diare, keadaan dimana feses terlalu encer karena infeksi kolon oleh bakteri Vibrio cholerae atau Bacillus sehingga dinding usus yang terinfeksi mensekresikan cairan dan elektrolit berlebihan, dan menyebabkan kehilangan cairan tubuh.
k. Disentri, diare akut yang disertai darah atau nanah karena bakteri Shigella dysentriae atau protozoa Entamoeba histolytica.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar