Gangguan
yang
terjadi pada sistem pencernaan antara lain:
1. Peradangan
a. Stomatitis, radang jaringan halus pada rongga mulut.
b. Parotitis/gondongan, radang kelenjar parotis karena
Mumpsvirus.
c. Dispepsia, yaitu keluhan yang muncul akibat rasa tidak
enak/nyeri pada bagian ulu hati (perut bagian atas).
- Dispepsia organik, yaitu disebabkan karena infeksi alat
pencernaan.
- Dispepsia fungsional, yaitu disebabkan karena gangguan
fungsi fisiologis organ, seperti sekresi HCl lambung berlebihan.
d. Peritonitis, radang pada rongga perut karena infeksi.
e. Gastritis, radang pada selaput lendir dinding lambung
dan usus.
f. Gastroenteritis, gastritis yang sudah akut.
g. Sirosis hati, radang hati karena sel-sel hati berganti
menjadi jaringan serabut.
h. Pankreasitis, radang pankreas karena terhambatnya
saluran pankreas oleh batu empedu.
i.
Apendisitis, radang pada appendiks usus buntu.
2. Lain-lain
a. Malabsorpsi, keadaan dimana kemampuan alat pencernaan
dalam menyerap sari-sari makanan rendah.
b. Xerostomia, kondisi terlalu sedikitnya produksi ludah
(saliva).
c. Disfagia oral, yaitu kesulitan dalam menelan sehingga
makanan langsung dimuntahkan setelah ditelan.
d. Disfagia esofageal, yaitu kesulitan dalam menelan
sehingga makanan dimuntahkan setelah 15-20 menit berada di dalam saluran
pencernaan.
e. Flatus/sendawa, masuknya gas-gas dalam saluran
pencernaan yang berasal dari udara yang tertelan, udara dari bakteri, dan udara
dari sistem respirasi.
f. Heart burn, mengalirnya kembali cairan getah lambung
yang asam ke esofagus (gastroesofageal reflux).
g. Tukak lambung/maag (ulkus peptikum), sekresi asam
klorida pada lambung yang berlebihan karena faktor psikis, toksin, atau kuman
Streptococcus, sehingga menyebabkan kerusakan selaput lendir lambung.
h. Kolik, rasa nyeri pada perut karena mengonsumsi makanan
yang merangsang kegiatan organ pencernaan, misalnya cabe.
i. Konstipasi/sembelit, keadaan sulit buang air besar
karena feses terlalu keras. Penyebabnya adalah kurang minum air, kurang makanan
berserat dan sering menunda buang air besar.
j. Diare, keadaan dimana feses terlalu encer karena infeksi
kolon oleh bakteri Vibrio cholerae atau Bacillus sehingga dinding usus yang
terinfeksi mensekresikan cairan dan elektrolit berlebihan, dan menyebabkan
kehilangan cairan tubuh.
k.
Disentri, diare akut yang disertai darah atau nanah karena bakteri
Shigella dysentriae atau protozoa Entamoeba histolytica.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar